Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
PADANGTODAY.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Masyarakat Pertanyakan JKN Ke BPJS

02 December 2013 09:15 | • Wartawan : Redaksi padangtoday • Editor : • Dibaca : 321 kali
Jelang diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 1 Januari 2014, masyarakat nyatanya masih belum yakin dengan program pemerintah itu. Banyak pertanyaan bergelut di benak warga terkait seefektif apakah JKN itu. Bisakah warga miskin kemudian ditanggung biaya pengobatannya

Sejumlah tokoh masyarakat kelurahan di Kota Padang mempertanyakan lebih lanjut kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), “Kalau tidak ada sosialisasi ini, mungkin kami menganggap JKN tak ubahnya program Jamkesmas atau Jamkesda,” ujar tokoh masyarakat Jati, Herlin Rajo Mudo kepada Padang Ekspres (group padang today), Senin (2/12)

Herlin mengaku masih bingung dengan JKN. Meski dirinya pengguna kartu Askes untuk berobat, namun mekanisme pendataan bagi peserta JKN tidak diketahuinya, termasuk fasilitas dan jenis perawatan apa saja yang bakal didapatnya sebagai pengguna kartu Askes. Hal lain adalah soal keakuratan pendataan peserta JKN. Dari pengamatannya, saat pendataan peserta Jamkesmas dan Jamkesda dilakukan BPS atau dinas terkait masih terkesan tebang pilih. “Parahnya lagi, petugas yang mendata hanya menggunakan pola asumsi saja tanpa melakukan cek dan ricek, terkait apakah seseorang warga itu masuk atau tidak program kesehatan itu,” terang Herlin.  

Melihat pola pendataan serupa itu, muncul pemikiran dirinya apakah warga miskin bisa benar-benar berobat gratis?, Sementara mereka tidak terdata pada Jamkesmas dan Jamkesda yang menjadi syarat utama bagi BPJS memberikan program JKN. Malah, kata pria paruh baya itu, tidak masuknya warga miskin itu akibat salah pendataan yang dilakukan BPS maupun dinas terkait. Ini bisa dilihat dari banyaknya pemberian kartu peserta jamkesmas dan jamkesda yang tidak tepat sasaran.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Bidang Pemasaran PT Askes cabang Padang Yessy Rahimi kepada padang ekspres (group padang today), menjelaskan JKN itu merupakan program yang digulirkan pemerintah untuk bidang kesehatan. Sebelummya pemerintah sudah menggulirkan Jamkesmas. “1 Januari tahun 2014, programnya sudah menjadi JKN. Prinsip kerjanya sama, yakni sama-sama memberikan jaminan kesehatan secara gratis kepada masyarakat,” tutur Yessy.

Melalui program ini, kata dia setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Jika terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, memasuki usia lanjut atau pensiun.

“Peserta yang akan menerima JKN ini, terbagi kepada dua kelompok yakni kelompok bukan penerima bantuan iuran (BPBI) yaitu para pegawai dan kelompok bantuan penerima iuran (PBI) yakni masyarakat kurang mampu,” sebutnya.

Untuk kelompok BPBI itu adalah para pekerja penerima upah, pegawai swasta, PNS, TNI dan Polri, yang gaji perbulannya dikenakan potongan lima persen untuk jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun dan kematian. “Sedangkan PBI para peserta JKN dijamin pemerintah sesuai data yang ada dari pemerintah pusat,” paparnya.

Kepala DKK Padang Eka Lusti mengatakan setiap warga Padang yang masuk program Jamkesmas dan Jamkesda mendapatkan pengobatan gratis, baik di rumah sakit umum maupun puskesmas. “Dengan program gratis berobat itu, menjadikan pemegang kartu Jamkesmas dan Jamkesda di Kota Padang naik. Malah kini jumlahnya mencapai sepertiga penduduk Kota Padang. Sementara anggaran program itu Rp 12 miliar. Terus terang dana sejumlah itu tidak mampu mengcover semua pengobatan pemegang Jamkesmas dan Jamkesda,” ungkapnya. (*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)