Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
PADANGTODAY.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Program KB Sumbar Belum Maksimal

11 September 2013 09:15 | • Wartawan : Redaksi padangtoday • Editor : • Dibaca : 379 kali
Upaya meredam isu ditengah masyarakat Sumatera Barat terkait program KB dan kesehatan terhadap kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, tampaknya menjadi fokusan pihak BKKBN Sumbar. Walau, selama ini BKKBN Sumbar dalam mengendalikan angka kelahiran tampak sukses. Keluhan terkait pencangan program KB tersebut diakui Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumbar Ahmad Rozali Namursa.

Dijelaskan Ahmad Rozali Namursa, Senin (10/9), untuk melancarkan program KB beberapa kendala ditemui yakni, prevalensi kontrasepsi masih rendah, keikutsertaan KB MKJP cenderung rendah, tingginya Unmeet Need, serta masih rendahnya provider dalam pelayanan KB MKJP. Selain itu, untuk ukuran angka kelahiran tidak meningkat akan tetapi masyarakat Indonesia belum mencapai PTS (Penduduk Tumbuh Seimbang).

"Upaya tersebut walau terbilang sukses, "rendahnya angka kelahiran", namun belum mencapai PTS, yang artinya dengan menurunya angka kelahiran belum bersamaan dengan menurunnya pertambahan penduduk, dalam hitungan tahun masih terjadi sekitar 3 juta angka kelahiran, dengan demikian program KB tetap diperlukan,"ungkapnya pada pertemuan Medis Teknis Tingkat Provinsi Sumbar di kantor BKKBN Sumbar.

Kendala penggarapan program KB ditahun 2013, sudah sepatutnya mempunyai formula dengan beberapa kebijakan yaitu, meningkatkan akses dan kualitas pembinaan kesertaan ber KB. Lalu, meningkatkan cakupan kesertaan ber KB MKJP, meningkatkan pelayanan pascapersalinan dan pascakeguguran di Fasyankes, kemudian meningkatkan jejaring kemitraan, pembinaan dan penggerakan dalam pelayanan KB serta menyediakan alat kontrasepsi dan sarana pendukung pelayanan KB, tandasnya disela pertemuan tersebut.

Selain itu Ahmad Rozali Namursa melanjutkan, selain meningkatkan kualitas pelayanan KB musti adanya sokongan fasilitas di beberapa klinik KB. Hal tersebut merupakan salah satu faktor penting dalam pelayanan KB. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan KB berarti akan dapat menurunkan angka komplikasi dan effek samping, serta angka kegagalan, sehingga dapat menurunkan angka kelahiran.

"Pada tahun ini telah dan akan dilakukan pelatihan terhadap 34 orang dokter dan 390 orang Bidan. Dalam pelatihan, selalu bekerja sama dengan PKMI, IBI dokter Urolog,  yang sudah sangat banyak membantu BKKBN. Sebab tanpa adanya dukungan dari mitra terkait tentu program tidak dapat berjalan dengan lancar dan baik tanpa adanya dukungan dari Mitra terkait,"Ungkapnya menutup pembicaraan.(*)
KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Nasional
Internasional
Mentawai
Dharmasraya
Sijunjung
Solok Selatan
Solok
Pesisir Selatan
Pasaman
Pasaman Barat
Padang Pariaman
Limapuluh Kota
Agam
Tanah Datar
Sawahlunto
Solok
Pariaman
Padang Panjang
Payakumbuh
Bukittinggi
Padang
Sumatra Barat

Berita Terbaru

Terpopuler

Terkomentari