Registrasi

 
Nama Lengkap
Email
Password
Ketik ulang Password
Jenis Kelamin
Pria Wanita

Member

 
Email
Password
PADANGTODAY.com akan menggunakan informasi yang Anda berikan sesuai dengan "Privacy Policy" kami. Dengan mengklik Sign Up, berarti Anda setuju dengan ketentuan "Terms of Use" dan "Privacy Policy" ini, dan menyadari sepenuhnya bahwa pengumpulan, penyimpanan dan penggunaannya tunduk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.

Mahasiswa Bikin Pistol Dengan Printer 3D

07 May 2013 09:10 | • Wartawan : redaksi padang-today • Editor : • Dibaca : 200 kali

Mahasiswa Hukum Universitas Texas AS, berhasil menciptakan pistol pertama di dunia yang dibuat dengan printer. Pistol yang dibuat dari mesin cetak 3D seharga USD 8.000 atau sekitar Rp 77 juta dibeli di situs lelang eBay ini akhirnya berhasil ditembakkan di Amerika Serikat.

Defense Distributed, kelompok kontroversial yang menciptakan senjata api ini, berencana mempublikasikan cetak biru senjata tersebut di internet. Pembuatan senjata api ini sendiri memakan waktu satu tahun dan saat dilakukan uji coba di Austin, Texas, hasilnya tidak mengecewakan.

Menurut lansiran BBC, Senin (6/5), teknik yang digunakan dengan cara menumpuk berlapis-lapis materi, biasanya plastik, untuk membangun sebuah objek padat yang kompleks. Idenya adalah dengan semakin murahnya harga printer, maka konsumen dapat dengan mudah mengunduh desain dan mencetak benda-benda yang mereka inginkan di rumah, daripada berbelanja ke toko.

Pimpinan Defense Distributed Cody Wilson mengatakan, ide awalnya dari sebuah keinginan atas kebebasan. "Ada tuntutan pasar yang tinggi atas senjata api. Tapi di banyak negara anda tidak bisa memiliki pistol dan hal itu kini tidak berlaku lagi," katanya.

Namun sebagaimana layaknya teknologi lain, temuan ini tidak hanya memiliki manfaat tetapi juga risiko. Aktivis anti senjata api pun mengkritik proyek tersebut. Sedangkan Badan Pengawas Hukum Eropa mengatakan akan memantau perkembangan yang terjadi.

Sebelumnya, ide menggunakan printer 3-D untuk membuat senjata api dipandang sebagai hal yang kontroversial dan menarik, tetapi banyak yang meragukan kualitas produknya.

Sebuah pistol dengan bagian utama dicetak dengan cara itu, sebelumnya gagal setelah berhasil meletuskan enam tembakan pada saat uji coba. Defense Distributed menamai senjata awal yang gagal tersebut sebagai "WikiWeapon". Namun, karena senjata api tidak bekerja sebagaimana mestinya, akhirnya Defense Distributed menggunakan desain oleh pencipta senjata cetak lain dengan nama "HaveBlue".

HaveBlue sendiri menyatakan pada Juli silam, jika telah sukses menembakkan hasil print-nya ratusan kali. Namun, legalitas produk itu tidak diketahui. Karena ada aturan hukum untuk membuat senjata api sendiri, termasuk untuk mendistribusikannya. (*)

KOMENTAR PEMBACA
Nama
Email
Komentar
 
  (masukkan kode di atas)
 
Nasional
Internasional
Mentawai
Dharmasraya
Sijunjung
Solok Selatan
Solok
Pesisir Selatan
Pasaman
Pasaman Barat
Padang Pariaman
Limapuluh Kota
Agam
Tanah Datar
Sawahlunto
Solok
Pariaman
Padang Panjang
Payakumbuh
Bukittinggi
Padang
Sumatra Barat

Berita Terbaru

Terpopuler

Terkomentari